Repeated Past | 1shoot | MinStal

a story by soojungchoi♥

Gambar

 

Repeated Past | 1shoot
“When time  rotating back, bad events turned …”

Author : soojungchoi♥
Cast : Jung Soo Jung [Krystal Jung] – Choi Min Ho
Disclaimer : A fanfiction from B.A.P – Coffee Shop

__soojungchoi©’s presents ❃__

“When time  rotating back, bad events turned …”

*****
Seoul, 27 September 2012

Musim gugur. Dimana dia – seorang namja jurusan universitas seni – bertemu dengan seseorang yang sangat berharga bagi dirinya – namun, orang itu telah meninggalkannya. Walaupun begitu, momen indah dirinya dengan orang itu, masih tertempel lekat di otaknya. Perasannya pada orang itu masih sama – masih mencintainya.

Tangannya menggenggam secarik kertas bertuliskan : Saranghae ^^ From : Choi Minho To : Krystal Jung serta Nado saranghae, Minho-ssi ^^ From : Krystal Jung To : Choi Minho. Choi Minho – Minho.
Namja itu mengambil handphone miliknya dari sakunya. Membuka short message service yang bertanggal :  8 Juli 2003.

From : Kryssie
Minho – ssi, kau ambil jurusan seni, ne  ?

To : Kryssie
From : Minho
Ne ^^ Panggil saja aku Minho oppa
J

From : Kryssie
A, ne. Sering-seringlah mampir ke Take out drawing tempatku bekerja ^^

To : Kryssie
Hehehe … Gomawo Soojung – ah ! Akan aku usahakan
J

From : Kryssie
Nado gomawo oppa !

cklik ! Tombol back ditekannya. Ini hari saat Krystal, yeojachingunya meninggalkannya. Dan dia, harus menepati janjinya untuk pergi ke Take out drawing – coffee shop di Seoul tempat dimana Krystal bekerja – dulu.

Ia membuka kembali HP-nya. Mencari short message service – SMS lain. Akhirnya ia menekan tombol open atau OK di keypad handphone-nya. Tertera tanggalnya : 25 September 2003.

From : Kryssie
Minho, ini Luhan, oppa  Krystal. Krystal tertabrak mobil saat pulang dari
Take out drawing. Keadannya kritis. Dia akan dioperasi. Lusa kukabari.

To : Kryssie
Aih, bagaimana Krystal 😥 ? Semoga operasinya lancar dan berhasil. Sampaikan pesanku, Fighting, Krys ! 😥

27 September 2003
From : Kryssie
Minho, ada kabar duka. Operasi Krystal tak lancar dan alhasil dia – pergi ke alam sana. Pemakamannya hari ini, sore.

To : Kryssie
A ?

Minho tak sanggup membalas SMS Luhan. Ia mulai menitikkan air matanya hingga handphone – HPnya basah dan hampir konslet. Dan kini, ia menangis kembali sampai akhirnya datanglah yeoja yang seperti noona menghampiri Minho yang tengah menangis.

“Annyeong, mau ikut aku ke sebuah tempat yang indah ?” tanya yeoja tersebut. Minho mendongakkan kepalanya. “M – Mwo ?” tanyanya dengan sesenggukan. “Kajja ikut aku. Aku yakin kau berhenti menangis dan kehidupanmu bahagia” jawab yeoja tersebut dengan senyuman. “Oh, namaku Han Mi Yeon, Miyeon.” Katanya mengulurkan tangan pada Minho.

Minho masih saja bingung. Namun saat me-rewind perkataan Miyeon, ia mengangguk. “Ne, noona. Aku mau” jawab Minho seraya bangkit dari kursi taman tempatnya duduk. Miyeon menggandeng Minho.

“Lokasi ini – sepertinya aku kenal ?” tanya Minho. “Tentu saja. Kau sangat mengenalnya, tuan Choi” Miyeon tersenyum. “Masuk saja, aku akan menunggu diluar. Tunggulah sampai aku mengirim pesan padamu untuk keluar” Miyeon menunggu diluar sementara Minho memasuki bangunan itu. Minho mengenalnya – sangat mengenalnya ! – sebab, ini tempat Krystal bekerja – take out drawing.

“Apa istimewanya disini ?” ketus Minho. Momen buruk itu terputar lagi di kepala Minho. “Rahasia. Kau coba saja” Miyeon tersenyum. Walaupun terpaksa, Minho menerima saran Miyeon.

Minho duduk di meja tempat ia bertemu Krystal pertama kali. Sesosok pelayan menghampirinya. “Mau pesan apa tuan ?” tanyanya ramah. “Aku – ehm coffee latte saja, cu –” perkataan Minho terpotong saat melihat sosok pelayan itu. “Krys – Krystal – ah ?” tanya Minho. “Ehm – bagaimana anda mengerti nama kecilku ? Bukankah disini tertulis Jung Soojung ?” tanya pelayan – Krystal memperlihatkan name tag –nya. “Neo ?” Minho masih terlihat tidak percaya.

“Kau masih hidup ?” tanya Minho. “A – Apa maksud Tuan ? Tentu saja, jika saya sudah mati maka saya tidak seharusnya berada disini !” Krystal merengut. Minho menarik Krystal ke dekapannya. “Mungkin kau tidak mengingatku” ujar Minho.

“I – Itu benar, Tuan” Krystal agak gugup, namun tak melepaskan dekapan Minho – dia merasa hangat dan tenang disana. “Kryssie – ah ~” bisik Minho. Deg !

*****

Krystal begitu terkejut mendengar ucapan Minho. “Jadi – aku seharusnya sudah mati, begitu bukan, Minho – ssi ?” tanya Krystal. “Mollayo. Aku punya SMS yang kau kirim dan dari oppa-mu, Luhan” Minho mengedikkan bahu. Ia mengeluarkan handphone-nya lalu menunjukkan SMS darinya dan Luhan. “Ini nomorku. Bagaimana bisa ?” tanya Krystal. Minho hanya bisa mengedikkan bahu lagi.

“Jadi kumohon, Krystal – ah, jebal jangan pulang siang. Aku akan melindungimu” Minho menarik Krystal ke dekapannya lagi. “A – Arasseo, Minho-ssi” balas Krystal. “Panggil aku Minho oppa seperti dulu” ujar Minho. “Oppa ?” Krystal tersentak. “Ne” balas Minho. “Min – ho op – pa” kata Krystal agak terbata.

“Bagus sekali. Gomawo !” Minho mengecup kening Krystal.

*****
SKIP

Afternoon ~

Krystal sepertinya agak tergesa-gesa pulang ke rumahnya ketika mendapat kabar eomma-nya sakit. Ia melupakan nasihat Minho tadi. Sedangkan Minho, sedang membeli bunga.

Minho melihat Krystal menyebrang dari jauh, bersamaan dengan mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. “A – Aniya !” Minho segera berlari sekencang – kencangnya – meninggalkan seluruhnya. ‘Kumohon Tuhan, jangan biarkan ini terulang lagi !’ batinnya.

Dan akhirnya –

*****
“Achimeyo, Minho oppa ~”  sapa Krystal pada Minho yang terbaring di rumah sakit. “K – Krystal – ah ?” Minho berbicara dengan suara agak parau. “Ne, ini aku” Krystal mengusap kening Minho dengan lembut. “Kau – selamat ?” tanya Minho. “Ne, dan itu berkatmu. Mianhae, tak mendengarkanmu” jawab Krystal. “Gwenchanayo. Asalkan crystal-ku selamat, aku senang” Minho tersenyum. “Gomawo oppa” Krystal mengecup kening Minho.

TING !

Terdengar bunyi seperti dentingan. Minho terbangun dan sadar. Ia mendapati dirinya di taman, bersama sesosok yeoja. “Krystal – ah ?” pekik Minho. “Ne ? Ada apa, oppa ?” tanya Krystal menolehkan kepalanya kearah Minho. Minho tersenyum lalu menarik Krystal ke pelukannya. “Saranghae ~” bisiknya. “Nado, oppa ^^” balas Krystal tersenyum.

THE END

Gaje ? Gaje ? Oke, setuju ^o^ But please keep comment ! Nggak suka couple ini ? Boleh baca asalkan jangan buat fanwar ! Thanks *bow ^^

Advertisements

[DRABBLE-MEMORIES] // Yoona-Donghae

Memories

Title : Memories

Author : Nisrina Nurul

Cast :

–         Lee Dong Hae as himself

Genre : Sad, little bit romance, little bit angst, drabble

Rating : G or PG ._.

Disclaimer :
Cast punya Tuhan dan orang tuanya masing-masing, arraseo ?

But this fanfiction dan alurnya is mind !!

Normal POV

Sebuah mobil Porsche 911 dipakirkan di depan ruko. Di seberang kuburan. Seorang namja tengah membawa seikat bunga mawar. Tepatnya sebuket bunga mawar. Ia melangkah menyebrangi jalan, dan masuk ke kuburan.

“Annyeong, Lee Dong Hae. Kau mau melayat anae-mu ne ?” tanya penjaga kuburan. “Ne, Joongsuk-ahjussi. Aku merindukannya” jawab namja yang dipanggil Donghae. “Hm .. aku titip salam pada ‘Yoona’ ne ..” canda Joongsuk-ahjussi. “Ne, kalau ketemu saja, ahjussi ..” balas Donghae.

Donghae meneruskan perjalanannya. Hingga ia tiba di makam yang dikelilingi bunga melati. Makam anae-nya, Lee Yoon Ah. Ia terduduk di depan makam itu –berjongkok.

“Chagi … kau tahu, bogoshippeoyo ..” ucap Donghae lirih. “Kau tahu, aku merindukan saat-saat aku berlibur bersamamu, menjalani hari-hari denganmu, dan juga .. bertengkar denganmu .. Bogoshippeoyo, chagi ..” ulang Donghae.

Sayang, makam itu berisi seorang yeoja yang sudah tidak bernyawa. Makam itu mematung, dan seolah-olah mengerti kesedihan Donghae.

“Chagi … seandainya kau bisa kembali ke dunia ini, aku akan selalu mencintaimu seumur hidupku. Saranghaeyo ttaeonado ..”

Donghae meletakkan mawar yang ia bawa tadi. “Aku ingin mengabarkan kepadamu, anak kita berdua sudah bersekolah. Umurnya 10 tahun. Ia lucu sekali, aku ingin melihatmu menggendongnya, karena kau sangat mirip dengannya ..”

“Setiap melihat Yoonhae, aku teringat padamu ..” kata Donghae. “Dangsin eopsi motsaleoyo, Yoongie ..”

“My yeoppeo deer, hope you always healthy here. Saranghanda ttaeonado, bogoshippeoyo … aku tak akan melupakanmu. Aku akan mengenang memorimu bersamaku. Kenangan terindah ..” Donghae mengecup makam anae-nya, lalu pergi.

 

============================END===============================

BITTERSWEET [TEASER]

BITTERSWEET

 

Cast :

–      SNSD Yoona

–      Super Junior Donghae

–      SNSD Jessica

Genre : Angst, Romance, Fantasy, ……. [?]

Rating : PG

Disclaimer : Siders go away, please ! All cast is God’s, but the Fanfiction, is mine ! Follow my twitter :@PinkRose_Yoong. Keep like 😀 , Happy Reading !

_

Donghae’s POV

Degg ! Firasat buruk menyelimuti tubuhku. A-apa ini ? Apa yang terjadi ? Aku terus berpikir untuk ini. “Annyeong …” suara lembut seseorang menyapaku. Aku menoleh waspada. Hanya seorang yeoja peri. Mengapa firasat buruk datang ?

“Annyeong”ulangnya. “N-nado ann-yeong …..” balasku dengan gugup. Ia memegang tanganku. Segera kutepis tangannya. Ia terpaku. “Mi-mianhae .. aku tak bermaksud. Aku harus pergi, mianhae !” seruku meninggalkannya terpaku dan kecewa.

“Donghae ? Apa yang kau lakukan disini ? Berkeringat dingin pula. Ada masalah ?” tanya suara yang kukenal. “Yoona ?”

“Hmm ..” dia memainkan jarinya. “Aku hanya … berlari dan menghindar dari seseorang …” jawabku pelan. “Nugu ?”

“Aku tak tahu namanya”

“Eotte. Kau tahu soal yeoja peri penduduk baru disini ?” tanya Yoona tanpa mengalihkan wajahnya, sepertinya ia asyik memainkan tangannya. “Nugu ?” aku balas bertanya. “Namanya Jessica Jung, berasal dari Inggris, California, jika tidak Amerika. Nama Koreanya Jung Soo Yeon” jawab Yoona lengkap.

“Sekarang ..” Yoona membetulkan posisi berdirinya dan menghela nafas. Ia menoleh padaku. “Kau bilang kita akan bermain bersama, tuan muda Lee ?” katanya. Raut wajahnya tampak kesal.

“Mianhae. Ayo kita pergi ke kebun apel” ajakku. “Kebun apel ?” tanyanya heran. “Kau bilang di lapangan !”

“Eotte, eotte. I know, mereka ingin memetik apel, makanya pindah” jawabku santai. “O-oh ..”

Oh tidak, ada gadis itu. Aku menutup mataku. Gadis yang membuatku berfirasat buruk. Yoona tampak kebingungan. Ia menoleh. “Jessica ~” panggil Yoona pada gadis yang membuatku takut itu. “Yoona-ssi ^^” balas Jessica-gadis aneh- itu. Mereka saling kenal ?!

TBC

[YOONHAE-FANFICTION]

Author : -SYJung [me]

Cast :

–         Im Yoon Ah “SNSD” as herself

–         Lee Dong Hae “Super Junior” as himself

Othercast : find by yourself #peace :3

Genre : Romance, and I don’t know ._.

Rating : PG

Disclaimer :

All cast milik Tuhan dan their parents

But this fanfiction and story line is mine ^^

Happy Reading, readers + pyro !! Don’t be a silent reader 😉

===

YOONA’S POV

“Annyeong, Yoona eonnie ! Shijakhae bolkka ?” suara Seohyun terdengar di depan pintu. “Ne, wait Seohyunie ~” aku segera merapikan rambutku dan membukakan pintu. “Kajja, kita pergi” aku menggandeng tangan Seohyun. “Ke coffee shop dulu ne. Aku lumayan haus” kataku.

“Eotte, up to you, eonnie !” Seohyun tersenyum. “Gomawo, Hyunie-ah ^^” aku balas tersenyum. “Cheonma, eonnie”

@Coffee Shop 08:00 am [KST]

Hot Mochachino 1 [korea : hana]. Neo, Seohyun ?” tanyaku. “Coffee milk 1 [hana]” jawab Seohyun. “Ne, please waiting” ujar sang pelayan. “Di-cup saja ne. We have to go faster” jelasku. Seohyun mengangguk.

“Ne” balas sang pelayan tersenyum.

@A few moments later ..

==YOONA’SIDE==YOONA’S POV END==

Yoona dan Seohyun tersenyum begitu melihat pesanan mereka datang. “Here it is. Thanks for buy. You can pay in the cashier” kata pelayan itu. “Thanks” balas YoonSeo tersenyum. Sang pelayan balas tersenyum juga. #Ngganjal rasanya.

After they pay ..

@Seoul Park [Author ngawur namanya -_-”]

“Yoon eonnie, aku ke kamar kecil dulu, ne” ujar Seohyun. Yoona mengangguk. “Ppali, Seohyun !” seru Yoona. “Eotte eonnie !” balas Seohyun.

Yoona berkeliling taman, sambil [?] menunggu Seohyun.

BRAAK !

Hot mochacino yang dipegang Yoona tumpah. “Hei, kalau jalan lihat-lihat dong ! Basah nih !” rutuk seorang namja. It turns out, Yoona menabrak seorang namja. “Kenapa kau menyalahkanku ? Ini salahmu juga, pabo !” balas Yoona. “Apa katamu ?” namja itu menjadi geram.

“Baiklah, baiklah. Aku akan membelikanmu hot mochachino yang baru. Aku mengalah. Mianhae” ujar namja itu. “Kau bercanda atau serius, hah ?” tanya Yoona kesal. “Hei, nona. Aku sudah meminta maaf kepadamu. Jangan kesal begitu ! Jika kau kesal, maka aku tak jadi men-traktirmu hot mochachino yang baru !” balas namja itu.

“Eotte, eotte. Nado mianhae [?], aku juga salah. Tak usah diganti” kata Yoona. “Baiklah. Bagaimana soal pakaianmu ?” tanya namja itu. “Biarlah, hanya basah sedikit. Aku khawatir dengan pakaianmu L” jawab Yoona.

“Hanya percikan. Oh, ne. Naneun Lee Dong Hae imnida. Donghae” kata namja-Donghae- itu. “Ne, bangapta. Im Yoon Ah, Yoona imnida” balas Yoona. “Oh ne, boleh minta alamat rumahmu ? Mungkin sewaktu-waktu berguna ^^” ujar Donghae basa-basi. “Ini” Yoona menyerahkan sebuah kertas. “Kamsa, Yoona-ah. Mianhae lagi. Annyeong, aku harus bergegas” kata Donghae. “Cheonma, Donghae-ssi ! Annyeong !” balas Yoona.

TBC ~